Cara Budidaya Ikan Kerapu

Telagainfo Mania,

Selamat datang di artikel kami tentang cara budidaya ikan kerapu. Ikan kerapu sejak dahulu kala menjadi salah satu jenis ikan yang sangat diidamkan oleh para pecinta seafood di seluruh dunia. Selain memiliki rasa yang enak, ikan kerapu juga memiliki berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh manusia.

Budidaya ikan kerapu merupakan kegiatan yang cukup menjanjikan, terutama di Indonesia yang memiliki keanekaragaman jenis ikan yang sangat beragam. Namun, menanam dan membudidayakan ikan kerapu membutuhkan ketelitian dan pengetahuan yang baik.

1. Pendahuluan

Sebelum memulai bisnis budidaya ikan kerapu, ada baiknya untuk mengetahui beberapa hal terlebih dahulu mengenai ikan kerapu. Ikan kerapu biasanya ditemukan di perairan tropis dan subtropis. Ikan ini memiliki bentuk dan ukuran tubuh yang beragam. Namun, ikan kerapu umumnya memiliki ciri-ciri yaitu memiliki warna yang cerah, mulutnya besar, gigi yang tajam, dan kulit yang kasar.

Beberapa jenis ikan kerapu yang populer di Indonesia antara lain kerapu macan, kerapu bebek, kerapu sunu, dan kerapu lumpur. Kelebihan dari jenis ikan ini adalah dagingnya yang lezat dan teksturnya yang lembut. Selain itu, ikan kerapu juga memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan, seperti protein tinggi dan omega 3.

Namun, seperti halnya budidaya ikan lainnya, budidaya ikan kerapu juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah beberapa diantaranya:

Kelebihan

  1. Nilai Jual yang Tinggi: Ikan kerapu memiliki nilai jual yang bertambah setiap harinya karena ikan ini sangat diincar oleh para penggemar seafood.
  2. Penghasilan yang Besar: Dalam waktu yang singkat, Anda bisa mendapatkan penghasilan yang besar dari bisnis budidaya ikan kerapu.
  3. Nafkah yang Tetap: Bisnis budidaya ikan kerapu mampu memberikan nafkah yang tetap, terutama untuk orang yang tinggal di daerah pesisir.
  4. Tidak Perlu Modal Besar: Untuk memulai usaha budidaya ikan kerapu tidak membutuhkan modal yang besar.
  5. Berkontribusi dalam Konservasi Alam: Budidaya ikan dapat menjadi alternatif untuk mengurangi tekanan terhadap populasi ikan liar di alam.
  6. Pengendalian Mutu yang Mudah: Anda dapat mengontrol kualitas serta nutrisi dari ikan kerapu yang dibudidayakan.
  7. Budidaya yang Mudah: Ikan kerapu termasuk jenis ikan yang cukup mudah dibudidayakan karena memiliki daya adaptasi yang tinggi pada lingkungan.

Kekurangan

  1. Membutuhkan Waktu yang Lama: Budidaya ikan kerapu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai ukuran yang ideal.
  2. Membutuhkan Modal yang Lebih Besar: Seiring bertumbuhnya usaha, Anda perlu meningkatkan modal untuk memperluas kolam dan membangun fasilitas lainnya agar bisnis budidaya ikan kerapu bisa berjalan lebih maksimal.
  3. Peluang Kematian: Peluang kematian pada ikan kerapu cukup tinggi, terutama pada saat betina bertelur, sehingga Anda perlu memiliki pengetahuan dan teknis yang baik mengenai pengelolaan pasca panen.
  4. Masalah Kesehatan Pada Ikan: Ikan kerapu bisa menjadi sasaran berbagai jenis penyakit dan parasit sehingga Anda harus selalu memperhatikan kebersihan kolam dan kesehatan ikan tersebut.
  5. Masalah Perijinan: Sebagian besar peraturan mengenai budidaya ikan kerapu tercantum dalam Peraturan Daerah yang berbeda-beda di seluruh wilayah Indonesia, sehingga perizinan adalah hal yang cukup penting untuk dicermati.
  6. Konsumsi Pakan Ternak: Saat menanam ikan kerapu, Anda juga perlu memperhatikan pakan yang cocok. Beberapa tipe ikan kerapu perlu diberi pakan ternak, sehingga bisa mempengaruhi kualitas daging ikan tersebut.
  7. Masalah Lingkungan: Budidaya ikan kerapu bisa mempengaruhi lingkungan sekitar, oleh karena itu penting untuk memperhatikan cara pengelolaan air akan menentukan kelangsungan suatu usaha budidaya ikan kerapu.

2. Persiapan Lokasi Budidaya

Sebelum memulai budidaya ikan kerapu, pastikan lokasi yang Anda pilih memenuhi beberapa persyaratan berikut:

  1. Kualitas Air yang Baik: Kualitas air yang digunakan harus memenuhi kriteria tertentu yang bisa dimiliki lewat pemeriksaan pH, suhu air, kekeruhan air, kandungan oksigen, unsur hara, dan lainnya.
  2. Akses Mudah: Lokasi yang dipilih harus mudah diakses supaya memudahkan proses pengambilan, transportasi, dan pengiriman ikan ke tempat penjualan.
  3. Cahaya yang Cukup: Pada kolam, perlu memperhatikan pencahayaan yang baik untuk kolam dan saat petaniannya, kolam memiliki jarak dari benda-benda tertentu seperti pohon ataupun gedung agar cahaya bisa masuk.
  4. Tanah yang Kuat: Tempat yang Anda pilih harus memiliki tanah yang kuat dan stabil, karena lokasi budidaya harus kuat menopang berat kolam dan kaki-kakinya.
  5. Perlindungan Terhadap Pencuri: Pastikan Anda memasang CCTV dan sistem keamanan yang terbaik untuk menjaga budidayanya dari pencuri saat malam hari.

Setelah menemukan lokasi yang cocok, maka yang perlu dipersiapkan selanjutnya adalah lahan dan kolam.

3. Penyiapan Lahan dan Kolam

Berikut adalah cara untuk menyiapkan lahan dan kolam budidaya ikan kerapu:

  1. Buatlah Teknik Survey Lahar: Dalam melakukan survey lahan, petani perlu melakukan teknik untuk mengetahui jenis tanah yang cocok untuk kolam tanam tersebut.
  2. Pengukuran Lahan: Lakukan pengukuran lahan yang akan digunakan untuk membangun kolam, termasuk kedalaman dan ketinggian lahan budidaya.
  3. Pembuatan Kolam: Buatlah kolam dengan memperhatikan jenis dan ukuran ikan yang akan diternakkan. Kolam yang digunakan sebaiknya berbentuk persegi atau persegi panjang agar mudah dalam pemasangan jaring.
  4. Penyediaan Air: Pastikan Anda memilih air yang bersih dan bebas dari bakteri dan patogenik sebelum menambahkannya ke dalam kolam. Jangan lupa untuk menguji kandungan pH dan oksigen dalam air tersebut.
  5. Pemasangan Jaring: Pemasangan jaring pada bagian atas kolam umumnya diperlukan untuk mencegah gangguan burung dan binatang dari luar kolam.
  6. Pembangunan Fasilitas: Pastikan fasilitas seperti tempat penyimpanan pakan ikan, tangki aerasi, kontrol air, penyaringan, dan aerator dipasang dengan baik, agar ikan yang diternakkan selalu dalam kondisi sehat.
  7. Pengendalian Suhu dan Cahaya: Pengendalian suhu dan cahaya pada kolam sangat diperlukan, agar ikan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

4. Pemilihan Bibit Ikan

Dalam memilih bibit ikan kerapu, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan:

  1. Ukuran Bibit: Pilihlah bibit ikan yang memiliki ukuran yang sama dan sehat.
  2. Bentuk Fisik: Pastikan bentuk fisik ikan tersebut tidak cacat atau punya kelainan apapun.
  3. Solusi dan Kebijakan: Pastikan sumber pelelangan atau penjual bibit ikan tersebut berkualitas dan terpercaya, alternatif lain membeli dari supplier yang terpercaya serta memiliki solusi dan kebijakan ketika mengirim bibit ikan.

5. Pemberian Pakan dan Perawatan Ikan

Setelah mengumpulkan bibit ikan kerapu, pemeliharaan dan pemberian pakan menjadi hal penting dalam budidaya ikan kerapu. Beberapa tips yang bisa dilakukan adalah:

  1. Menyediakan Pakan Tepat: Berikan pakan yang seimbang dan sesuai dengan jenis ikan kerapu yang dipelihara. Ada beberapa jenis pakan yang bisa Anda berikan pada ikan kerapu seperti pakan udang, pakan ikan, atau alternatif tertentu seperti makanan laut dan alami.
  2. Pengendalian Suhu Air: Temperature merupakan salah satu faktor krusial dalam keberhasilan petani ikan kerapu. Oleh karena itu, petani ikan kerapu perlu memilliki alat yang penting seperti Oksigen dan thermometer untuk memonitor suhu air demi mendapatkan hasil yang optimal.
  3. Pengendalian Kualitas Air: Perhatikan kadar keseimbangan air, Apabila kadar aerasi air kurang baik pastikan petani memberikan penggunaan air yang baik. Selain itu, kontrol terhadap pH dan suhu air pun menjadi hal penting untuk dilakukan.
  4. Pengujian Air: Air mempengaruhi kandungan nutrisi ikan secara langsung, dan pengujian air secara berkala sangat penting agar nutrisi yang dimakan oleh ikan terkontrol dengan baik.
  5. Periksa Kesehatan dan Kerusakan: Perhatikan kesehatan dan keadaan ikan secara rutin. Jika terdapat ikan yang terkena penyakit, segera berikan pengobatan.

6. Penanganan Pasca-Panen

Pasca panen biasanya langkah terakhir dalam budidaya ikan kerapu.

Dalam mempersiapkan Pasca Panen, beberapa hal yang bisa dilakukan selain memotong ikan itu sendiri sebagai produk yaitu:

  1. Berikan Perawatan: Tetap memberikan perawatan pada ikan sebelum mengirimkannya ke pihak pembeli. Suhu penyimpanan dan pengiriman harus terjaga agar ikan yang dikirim tetap dalam kondisi segar.
  2. Pastikan mutu Produk yang diterima: Bagi para pembeli ikan kerapu, sangat penting untuk memperhatikan mutu ikan tersebut seperti kelayakan ikan, bau serta bentuk fisik yang terdapat.
  3. Keberlanjutan Budidaya: Jika terdapat ikan yang cacat atau rusak, pastikan untuk tidak menjualnya atau dipisahkan karena ikan tersebut bisa mempengaruhi kesehatan ikan lainnya.
  4. Bergabung dengan Komunitas: Bergabung dengan komunitas budidaya ikan kerapu memberikan keuntungan tersendiri, diantaranya petani bisa memperoleh informasi, pengalaman atau pengetahuan baru terkait produk dan keberhasilan dari budidaya.
  5. Meningkatkan Kualitas: Setelah berproduksi selama hampir 6-8 bulan biasanya untuk ikan kerapu, perbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas pada setiap produk yang dihasilkan. Hal ini meningkatkan kepercayaan dari para konsumen terhadap produk yang dihasilkan.

7. Kesimpulan

Dalam budidaya ikan kerapu, memang memakan waktu dan memerlukan keuletan, tapi keuntungan yang didapat cukup besar jika benar-benar dikelola dengan baik. Berdasarkan beberapa poin penting yang telah kami jelaskan di atas, Anda dapat mengetahui cara yang benar dalam membudidayakan ikan kerapu. Mulailah dengan memilih lokasi budidaya yang tepat, mempersiapkan kolam dan lahan dengan baik, memilih bibit dengan seksama, melakukan pemeliharaan ikan dengan intensif, dan memperhatikan kualitas pasca panen.

Dalam budidaya ikan kerapu, semakin banyak pengalaman dan pengawasan yang dilakukan, maka semakin besar pula peluang untuk sukses dalam melakukan budidaya ikan kerapu ini.

Keterangan
Nilai
Luas kolam
700 m2
Jumlah bibit ikan kerapu
850
Pakan ikan
Udang
Umur Panen
6-8 bulan
Produksi perbulan
120 Kg
Harga jual
IDR 150.000 per kg
Pengelolaan air
PH: 7, Oxygen: 6-8 ppm

FAQ

1. Bagaimana cara mengetahui apakah air yang dipakai untuk budidaya ikan kerapu bersih atau tidak?

Untuk mengetah